Pada artikel ini akan dijelaskan cara memakai chart foreign flow dari sistem Quant.id.

Kalau Anda baru saja mulai menggunakan AmiBroker, disarankan untuk membaca Panduan Pemakaian Chart AmiBroker agar familar dengan istilah-istilah yang dipakai.

File Chart Foreign Flow

File-file chart foreign flow bisa dibuka dari direktori:

C:\Program Files\AmiBroker\Formulas\Quant.id\Charts\ForeignFlow

Saat ini baru ada satu chart, yaitu ForeignFlow.chart. Silakan buka file ini dari menu File –> Open di AmiBroker.

Komponen Chart

Seperti dijelaskan di Panduan Pemakaian Chart AmiBroker, chart terdiri dari satu atau lebih sheet di mana masing-masing sheet mempunyai satu atau lebih pane.

Sesuai gambar di atas, chart terdiri dari delapan sheet yaitu General, MACD, dan sheet 3 – 8. Tapi dalam hal ini sebenarnya hanya dua yang terpakai, sisanya sheet kosong (mungkin sebaiknya dihapus).

Di sheet General, terdapat tiga pane yang masing-masing menunjukkan indikator berbeda yang akan dijelaskan berikut ini.

Pane Utama

Yang kami maksud pane utama adalah pane yang paling atas:

ff pane utama

Pane utama mempunyai beberapa indikator yang akan dijelaskan berikut.

komponen foreign pane 1

  • Price candlestick: candlestick price seperti biasa.
  • Average price kepemilikan asing: estimasi average price dari kepemilikan asing
  • Foreign balance: akumulasi dari transaksi buy dan sell oleh asing. Nilai balance ini bisa negatif yang berarti nilai sekarang lebih kecil dari pada nilai awal chart.
  • Short dan long MA dari balance: moving average dari balance, yang defaultnya adalah MA(5) dan MA(20). Periode MA bisa diatur dari parameter chart.
  • Value transaksi harian dan value transaksi asing: nilai transaksi saham total dan oleh asing, dalam milyar rupiah. Dengan mem-plot dua nilai ini dalam histogram yang sama, kita bias melihat dengan sekilas berapa porsi asing dalam transaksi harian tersebut. Warna histogram menunjukkan foreign net buy (biru) atau net sell (oranye).

Skala di sumbu Y (Y-axis) menunjukkan harga saham.

Pane Foreign Net

Pane foreign net menunjukkan transaksi buy dan sell asing beserta net buy/sellnya.

foreign pane 2

foreign pane 2 zoom

  • Foreign buy dan sell cloud: dalam indikator ini, transaksi pembelian dan penjualan asing digambar sebagai awan (clould) dimana:
    • semakin tinggi grafiknya (nilai sumbu Y semakin banyak) maka value transaksinya semakin besar.
    • semakin tebal awan menunjukkan selisih (net) transaksinya semakin besar.
  • Net buy/sell: selisih antara foreign buy dan foreign sell. Warna biru menunjukkan net buy, warna oranye menunjukkan net sell.

Grafik awan di sini mempunyai kegunaan tersendiri. Misalkan net buy suatu hari adalah 100M. Apakah ini berarti asing buy sebanyak 100M tanpa sell sama sekali, atau buy 1100M dan sell 1000M? Dengan hanya melihat net buy, kita tidak bisa tahu. Tapi dengan awan kita bisa tahu, sehingga informasi ini mungkin bisa berguna bagi kita.

Pane Foreign Ratio

Pane foreign ratio menunjukkan rasio (dalam %) transaksi asing terhadap transaksi total. Semakin besar rasio ini, menunjukkan semakin dominan transaksi asing di saham tersebut.

foreign pane 3
Foreign ratio BBNI sampai 9 Mar 2017

Kalau Anda perhatikan di gambar di atas, setiap bar histogram mempunyai dua nilai. Misalnya pada bar terakhir, ada bar biru muda (light blue) yang nilainya 92, yang “ditimpa” oleh bar biru menyala yang nilainya 38.

Bar yang berwarna muda menunjukkan rasio nilai transaksi asing. Ini adalah prosentasi nilai transaksi asing (baik itu buy atau sell, dipilih mana yang lebih besar) terhadap nilai transaksi  total.

Sedangkan bar yang berwarna menyala menunjukkan rasio net buy/sell asing. Ini menunjukkan rasio net buy/sell asing terhadap nilai transaksi total.

Warna bar menunjukkan apakah bar itu net buy (biru) atau net sell (oranye).

Misalkan kita ambil contoh berikut (nilai dalam milyar Rp):

Nilai transaksi total:  100
Foreign buy:  90
Foreign sell: 85
Foreign net buy: 5

Maka rasio nilai transaksi asing adalah 90%, yaitu 90 dibagi 100. Angka 90 diambil dari mana yang lebih besar di antara foreign buy dan sell. Sedangkan rasio net buy/sell asing hanyalah 5%, yaitu 5 dibagi 100. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun transaksi didominasi asing, tapi hanya terjadi sedikit perubahan kepemilikan dari investor domestik ke asing (atau sebaliknya). Mayoritas transaksi adalah antar investor asing sendiri.

Dalam chart di atas (foreign ratio BBNI sampai 9 Maret 2017) kita bisa melihat bahwa asing tidak hanya mendominasi transaksi selama lebih dari sebulan terakhir (dalam sebulan ada sekitar 20 bar) yaitu selalu di atas 90%, tapi juga terjadi akumulasi (perpindahan kepemilikan dari investor domestik ke asing) yang cukup dominan oleh investor asing, yaitu sering di atas 50%.

Kalau kita bandingkan dengan foreign ratio saham LPPF di periode yang sama:

foreign ratio lppf
Foreign ratio LPPF sampai 9 Mar 2017

Pada foreign ratio LPPF kita bisa melihat bahwa meskipun asing mendominasi transaksi (sama-sama sekitar 90% seperti BBNI), tapi rasio net buy/sellnya cukup kecil, artinya mayoritas transaksi adalah antara mereka sendiri.

Holding dan Porto Value

Pane Holding dan pane Porto Value (portfolio value) tampak seperti di bawah ini.

ffholding

Holding adalah jumlah kepemilikan investor pada suatu saham, dalam satuan lot.

Portfolio value adalah nilai pasar dari holding tersebut. Nilai portfolio value tergantung dari holding dan harga saham tersebut pada suatu waktu.

Nilai tertinggi dan terendah dari holding dan porto value akan ditandai dengan segitiga hijau dan merah. Pada gambar di atas dapat dilihat dua segitiga hijau yang penunjukkan bahwa di titik-titik itulah nilai tertinggi dari holding dan portolio (keduanya terjadi pada waktu yang berbeda).

Dengan melihat holding, kita bisa mencermati akumulasi dan distribusi yang dilakukan oleh investor. Dengan melihat portfolio value kepemilikan investor, kita menilai kepentingan dan pengaruh investor tersebut pada suatu saham.

Realized Profit/Loss

ff-pl

Grafik ini menunjukkan estimasi akumulasi profit atau loss dari investor. Grafik ini hanyalah merupakan estimasi karena kita tidak mungkin tahu berapa harga rata-rata (average price) yang sebenarnya dari saham yang dimiliki investor tersebut, sehingga kita tidak bisa mengkalkulasi dengan tepat berapa profit (atau loss) dari suatu transaksi jual.

Kendala utama adalah jika investor utamanya melakukan distribusi sejak awal-awal data (awal data adalah tahun 2012), karena kita tidak tahu berapa harga rata-rata dari saham yang dijualnya (kita hanya tahu harga jual). Sedangkan kalau investor utamanya melakukan akumulasi sejak awal data, maka akurasi perhitungan average price dan profit/loss akan lumayan, karena kita bisa mengkalkulasi harga rata-rata dari setiap pembelian.

Semoga informasi ini bisa menambah efektifitas trading kita.