Di tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang taksonomi trader. Di tulisan ini kita akan membahas tentang taksonomi order. Sumber yang penulis gunakan adalah dari sebuah buku asing (lihat bagian Referensi di akhir tulisan ini), karena tujuan awal penulis adalah agar mengerti istilah-istilah pasar modal ketika membaca makalah atau buku internasional. Oleh karena itu taksonomi order yang akan kita bahas juga taksonomi berdasarkan pasar modal internasional. Jika ada pengertian yang berbeda untuk pasar modal Indonesia, penulis akan klarifikasi sejauh yang penulis ketahui.

Order adalah perintah yang diberikan trader untuk membeli atau menjual aset atau instrumen yang diperdagangkan (misalnya saham). Suatu order berisi informasi-informasi berikut:

  • jenis order (beli atau jual),
  • aset/instrumen perdagangan apa yang hendak dibeli/dijual,
  • kuantitasnya,
  • harga,
  • pasar atau bursa yang dituju (untuk bursa saham Indonesia (BEI) ada pasar regular (RG), pasar negosiasi (NG), atau pasar tunai (TS)), dan
  • kondisi lain (jika ada) yang harus dipenuhi.

Ketika order ini menemukan “pasangannya” di pasar (misalnya order BUY menemukan order SELL dengan kriteria yang cocok), maka dikatakan order ini matched (atau filled, atau done).

Secara garis besar, order dapat diklasifikasikan dalam dua jenis: market order dan limit order. Market order adalah order untuk membeli /menjual sekian banyak aset dengan harga terbaik saat itu, berapa pun harganya. Karakteristiknya adalah pertama, tidak ada penyebutan harga dalam order, dan kedua, order ini akan terpenuhi secara instan, tidak perlu menunggu atau mengantri lagi. Setahu saya order jenis market order ini tidak ada di BEI, tapi kita bisa mendapatkan efek yang lebih kurang sama dengan memakai limit order.

Limit order, yang biasa kita kenal di BEI, adalah order di mana trader menyebutkan harga terburuk yang dia bersedia untuk bertransaksi. Untuk buy order, disebut juga bid order, pembeli menyebutkan bid price, yaitu harga beli tertinggi yang dia bersedia beli. Untuk sell order, disebut juga offer order, penjual menyebutkan harga terendah yang dia bersedia jual.

Buy dan sell order ini akan dicocokkan dengan best offer dan best bid yang tersedia di bursa saat itu, dan bila ada kecocokan, maka terjadilah transaksi. Bila belum ada kecocokan, atau kecocokan sebagian dari jumlah yang dibutuhkan, maka sisa order tersebut akan dimasukkan dalam antrian yang disebut limit order book (LOB) sampai order tersebut tereksekusi atau dibatalkan.

Best bid adalah harga bid tertinggi dan best offer adalah harga offer terendah dalam LOB. Perbedaan antara best bid dan best offer disebut bid/ask spread. Rentang harga di dalam spread juga disebut inside the market. Sedangkan harga tengahnya (best bid plus best offer dibagi dua) disebut mid-point price atau mid-price saja.

Jenis-Jenis Order yang Tidak Ada di BEI

Biasanya semua limit order akan otomatis dihapuskan di akhir hari perdagangan. Ada bursa yang menyediakan opsi good-till-cancelled untuk mencegah hal ini. Opsi ini mempunyai batas waktu, misalnya satu bulan.

Beberapa bursa mengizinkan hidden limit order. Order ini mempunyai prioritas lebih rendah dari pada limit order yang biasa dengan harga yang sama tetapi prioritasnya lebih tinggi dari pada limit order dengan harga lebih buruk. Terkadang order dapat disembunyikan sebagian. Dalam kasus terakhir, ketika bagian order yang terlihat matched, dia diisi ulang dengan jumlah tersembunyi tanpa merubah posisi di LOB.

Cancel and replace limit order memungkinkan pedagang mengubah ukuran order tanpa kehilangan posisi di LOB.

Stop order adalah order untuk menjual ketika harga instrumen jatuh ke atau di bawah harga yang disebutkan dalam order. Ini berguna untuk mencegah kerugian lebih jauh.

Opsi-opsi lain adalah fill-or-kill order, untuk melaksanakan order sebanyak yang tersedia saat itu di LOB dan menggagalkan sisanya, dan all-or-none, di mana order hanya akan dilaksanakan apabila keseluruhan jumlah dapat dipenuhi (kalau tidak maka order akan digagalkan).

Order yang Berkaitan dengan Short Sell

Short selling, atau melakukan posisi short, berarti bahwa trader menjual suatu aset tanpa memilikinya terlebih dahulu. Mekanismenya adalah dengan cara meminjam aset dari brokernya. Hal ini dilakukan jika ada ekspektasi bahwa harga aset akan jatuh lebih lanjut. Setelah menjualnya, trader membeli aset yang sama (diharapkan) dengan harga lebih rendah untuk mengembalikannya ke broker dan mendapatkan keuntungan dari perbedaan harganya.

Dua jenis order khusus digunakan untuk menerapkan strategi ini: sell short dan buy to cover. Sell short digunakan untuk menjual tanpa ada aset, sedangkan buy to cover untuk menutup posisi short ini (membayar hutang aset ke broker).

Sebagai catatan, di BEI juga diperkenankan untuk melakukan short selling, tapi fasilitas ini hanya disediakan untuk investor institusi saja. Saya tidak tahu apakah mekanisme jenis order yang dipakai sama seperti di atas karena sebagai investor ritel saya tidak mempunyai akses ke fasilitas ini.

Fitur Order Lewat Aplikasi

Jenis dan fitur-fitur order di atas adalah yang disediakan oleh bursa. Di luar itu, ada beberapa jenis dan fitur order lain yang juga menarik, namun fitur-fitur ini disediakan oleh aplikasi online trading (OLT). Oleh karena itu ketersediaan fitur-fitur ini bergantung pada OLT yang dipergunakan.

Order booking, adalah fasilitas untuk memasukkan order di luar jam operasi bursa. Di salah satu sekuritas yang saya pakai, pengguna dapat mengisi order ini dari jam 16:30 hari ini (H-0) sampai jam 06:20 hari berikutnya (H+1), untuk dimasukkan pada antrian perdagangan di H+1. Untuk sekuritas lain jam booking-nya mungkin berbeda.

Automatic order berfungsi untuk memasang order yang aktif dalam jangka waktu lama (sekitar sebulan), untuk membeli atau menjual aset berdasarkan kriteria yang bermacam-macam, misalnya buy (sell) ketika harga lebih kecil (besar) dari harga tertentu, atau untuk memasang stop loss, yaitu jual otomatis ketika kerugian lebih besar dari suatu batas tertentu.

Di beberapa OLT juga ada fitur trailing stop, untuk membeli atau menjual aset ketika harganya berbalik arah. Misalnya sell trailing stop dipasang pada angka 5%, maka OLT akan secara otomatis menjual aset kita ketika harganya turun 5% dari harga tertingginya. Demikian juga sebaliknya untuk buy trailing stop. Kelebihan trailing stop adalah lebih fleksibel karena kita tidak perlu mencantumkan harga yang spesifik.

Referensi

  • Schmidt, A. B. (2011). Financial markets and trading: an introduction to market microstructure and trading strategies (Vol. 637). John Wiley & Sons. [Amazon]